"Jiwa tidak dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah." -Dewi Lestari
Berat rasanya menerima bahwa seseorang diciptakan untuk tinggal di hati kita, bukan hidup kita. Saya percaya istilah belahan jiwa, dan (dipaksa) percaya bahwa belahan jiwa tidak selalu berarti orang yang akan menghabiskan hidupnya bersamamu.
Ia bisa berada disana, menyayangimu dalam doa.
Menangis saat kita bersedih, dan bahagia saat kita tertawa.
Menangis saat kita bersedih, dan bahagia saat kita tertawa.
Ada kalanya ia bersembunyi dalam diam dan marahnya,
tapi satu yang menjadi dua tak bisa ditipu daya
karena apa yang dirasa, sejatinya sama.
tapi satu yang menjadi dua tak bisa ditipu daya
karena apa yang dirasa, sejatinya sama.
Melepas pergi selalu jadi perjuangan berat.
Ketika logika harus menjadi pemenang dalam pertandingan melawan rasa.
Ketika logika harus menjadi pemenang dalam pertandingan melawan rasa.
Mungkin memang ada jiwa lain yang searah, dan kita bebas memilih untuk berjalan bersamanya.
Meninggalkan separuh hati yang diam seakan bukan takdir untuk bersama.
Meninggalkan separuh hati yang diam seakan bukan takdir untuk bersama.