Jumat, 24 Oktober 2014

Soulmate

"Jiwa tidak dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah."   -Dewi Lestari



Berat rasanya menerima bahwa seseorang diciptakan untuk tinggal di hati kita, bukan hidup kita. Saya percaya istilah belahan jiwa, dan (dipaksa) percaya bahwa belahan jiwa tidak selalu berarti orang yang akan menghabiskan hidupnya bersamamu. 

Ia bisa berada disana, menyayangimu dalam doa. 
Menangis saat kita bersedih, dan bahagia saat kita tertawa. 
Ada kalanya ia bersembunyi dalam diam dan marahnya, 
tapi satu yang menjadi dua tak bisa ditipu daya 
karena apa yang dirasa, sejatinya sama.

Melepas pergi selalu jadi perjuangan berat. 
Ketika logika harus menjadi pemenang dalam pertandingan melawan rasa.

Mungkin memang ada jiwa lain yang searah, dan kita bebas memilih untuk berjalan bersamanya. 
Meninggalkan separuh hati yang diam seakan bukan takdir untuk bersama.













Teman Baik

"
Rindu ini telah mengendap ikhlas walau tak berbalas
Seperti endapan kopi yang tak pernah diteguk.

Kita adalah sepasang diam yang paling menyakitkan.
Usai, tapi tidak selesai.

Sayang, bila kelak ternyata kita hidup dalam rumah yang berbeda, kunjungi aku sebagai teman baik

...yang pernah memimpikan sebuah atap bersamamu.

"

                                                                                                                              -kompilasi syair-syair indah tanpa nama

Kangen

Ada saatnya ketika kita merasakan cinta pada kenangan lebih dari cinta pada orang dihadapanmu.